“Gi, Alhamdulillah nih penjualan di bisnis UKM saya sudah stabil bahkan cenderung meningkat tiap bulannya di angka 200 juta. Tapi abis itu bingung apa lagi yang harus dilakukan.”Sempat sih terpikir untuk meningkatkan target omzet, tapi saya nggak tau apakah resources saya cukup atau nggak”.

Jika rekan-rekan memiliki kondisi seperti ini juga, ini adalah tanda dimana rekan-rekan sudah mulai butuh sistem. Kenapa ya bisa terjadi hal demikian? Mari kita bahas tiga alasan utama kenapa UKM mengalami kondisi ini sekaligus kenapa UKM butuh sistem.Kondisi ‘mandeg’ ini sebenarnya dipicu dari beberapa faktor.

Kurangnya Pengalaman

Kebanyakan bagi para pebisnis muda, pengalaman mereka berinteraksi dengan dunia bisnis tentunya masih belum banyak. Inilah mengapa kita sangat perlu mentor bisnis untuk menjelaskan bagaimana bisnis seharusnya berjalan. Umumnya, mentor memberikan target, memotivasi, memberi koneksi, bahkan terkadang menyuntikkan dana. Namun, pastinya para mentor tidak membantu dalam hal teknis dan sistem. Untuk mencapai target yang diberikan, kita harus elaborasi sendiri mengenai ‘how‘ – nya. Nah di tahap inilah kita harus perkuat bisnis kita dengan sistem.

Fokus hanya pada penjualan

Pada awal fase starting, bisnis UKM rekan-rekan pasti diminta untuk senantiasa closing penjualan. Karena, nyawa bisnis adalah penjualan, begitulah kira-kira mindset kita di awal. Nah, tak terasa, usaha kita membaik dan maju dengan pesat, dan order mulai meningkat. Kita mulai kelabakan dengan permintaan yang ada. Karena masih terfokus pada penjualan, SDM tidak terkondisikan, dokumentasi berantakan, dan kinerja tidak terpantau. Tidak jarang lho banyak UKM yang sudah meningkat kemudian mendapatkan feedback tidak menyenangkan karena pelayanannya yang menurun. Disinilah kita butuh sistem yang bekerja untuk meng-handle semua keperluan operasional yang ada. Sehingga, kita bisa tetap fokus mengembangkan bisnis

Ego Pribadi

Sebenarnya, setiap founder usaha itu umumnya memiliki ego historisnya sendiri. Dia yang membangun usaha ini dari awal, sehingga ikatan emosionalnya tinggi. Maksudnya, perusahaan yang dibangun dan mencapai titik ini merupakan hasil dari jerih payah, metode, dan sumberdaya yang dimiliki nya. Sehingga, ia cenderung memilki anggapan bahwa untuk mengembangkan bisnisnya lebih besar juga diperlukan cara yang sama. Nah, ini yang sering kali terjadi dan justru menjadi hambatan berkembangnya bisnis. Para founder yang demikian tidak tahu bahwa bisnisnya sudah masuk dalam level baru yang menuntut proses yang lebih sistematis, terukur, terpantau, dan terevaluasi secara berkala. Memiliki sistem operasi dalam perusahaan rekan-rekan akan membantu beberapa hal berikut :
  1. Mengintegrasikan fungsi-fungsi yang ada;
  2. Membuat semua kinerja terekam dan terpantau;
  3. Tidak bergantung pada sebagian orang saja;
  4. Meningkatkan kemampuan untuk mengeksekusi rencana.

So, tunggu apa lagi? Ayo benahi bisnis UKM rekan-rekan dengan sistem operasi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *